Sabtu, 31 Maret 2012

Berternak Jangkrik


Jangkrik merupakan binatang malam, yang umumnya hidup di daerah persawahan, perkebunan, dan di tempat – tempat  terlindung lainya, seperti di bebatuan ataupun dibawah daun- daun kering. Jangkrik termasuk jenis binatang serangga, ciri kas yang terdapat pada jangkrik adalah memiliki dua antenna ( sungut ) di kepalanya yang berfungsi sebagai indra penciuman.  Selain itu jangkrik juga memiliki tiga buah mata, Dua mata yang besar disebut mata majemuk, sedangkan satu mata lain lebih kecil dan berfungsi untuk mengetahui cahaya. Makan utama jangkrik adalah dedaunan, umbi – umbian, dan sayur – sayuran yang tumbuh disawah, di semak – semak, atau di hutan – hutan yang merupakan habitatnya untuk berkembang biak.

Jangkrik mengalami metamorfosis tidak sempurna, dalam masa hidupnya sejak menetas hingga tumbuh dewasa, jangkrik mengalami pergantian kulit selama 7 – 8 kali. Jangkrik akan mati setelah meninggalkan telur yang jumlahnya cukup banyak sebagai pengganti generasi berikutnya.  Siklus hidup jangkrik sebagai berikut :

* Jangkrik bertelur                              1      -   5        Hari
*  Telur jangkrik menetas                     14    -  15      Hari
* Anakan jangkrik                              1      -  20      Hari
* Jangkrik Muda                                 21   -  40      Hari
* Jangkrik Dewasa                              41   -  60      Hari
* Jangkrik Dewasa Birahi                    61   -  80      Hari
* Jangkrik Bertelur                              81   -  83      Hari

Dikota – kota besar, jangkrik makin sulit untuk dicari karena habitat mereka terdesak oleh modernisasi kehidupan kota, pembuatan perumahan di daerah persawahan dan perkebunan. Mengakibatkan habitat jangkrik menurun, dengan meningkatnya kebutuhan makanan alami bagi burung berkicau, maka usaha ternak jangkrik perlu dikembangkan.  Selain untuk usaha yang dapat menguntungkan, ternak jangkrik  juga dapat melestarikan lingkungan hidup, dan memenuhi kebutuhan makanan hayati bagi aneka macam ungags, terutama burung ocehan.

Jangkrik banyak dicari oleh para penggemar burung ocehan karena memiliki kadar protein tinggi dan kandungan lemak yang rendah.  Beberapa ahli burung berpendapat,  bahwa jangkrik dapat meningkatkan mutu dan kualitas kicauan burung, sehingga bunyinya menjadi lebih nyaring dan 
merdu.







0 komentar:

Poskan Komentar